Sabtu, 29 September 2012

Apel Pagi Itu




Selasa, 25 September 2012. Tak seperti hari – hari biasanya, insan asrama bangun lebih awal. Karena akan dilaksanakan apel pagi rutin asrama setiap dua minggu sekali. Bangun tidur, kami langsung menuju tempat wudhu untuk menunaikan ibadah shalat shubuh.
 
Terdengar suara SR (senior resident) menegaskan melalui pengeras suara yang terpasang di setiap lorong, bahwa apel pagi akan segera ddilaksanakan. Kami segera bergegas menuju lapangan basket asrama tempat di mana apel dilaksanakan. Apel pagi itu berjalan dengan hikmat dan lancar. Setelah rangkaian apel usai, seperti biasa SR memberikan pengumuman untuk seluruh peserta apel. Namun terlihat dari awal nada bicara sang komandan SR yang saat itu menyampaikan pengumuman, sepertinya ada hal yang kurang mengasyikkan. Dan benarlah, pengumuman yang disampaikan SR tersebut adalah sebuah kasus di mana seseorang telah melakukan pembobolan brangkas kantin di asrama gedung C3, sabtu malam kemarin (23/09/12). Begitulah inti dari pengumuman yang telah disampaikan SR.
            
Asrama putra TPB-IPB terdiri dari beberapa gedung, yakni C1, C2, C3, dan C4. Gedung C1, C2, dan C3 terletak dalam satu wilayah yang jaraknya berdekatan. C4 terletak jauh dari ketiga asrama tersebut. Setiap gedung dilengkapi beberpa fasilitas, salah satunya adalah kantin. Tempat makan yang diperuntukkan bagi mahasiswa penghuni asrama. Terletak di lobi gedung dengan beberapa kursi di sana.
              
Seluruh peserta apel pagi itu terlihat shock dengan apa yang telah terjadi. Masalah lain yang menjadi alasan insan asrama kaget adalah SR menyampaikan, jika sampai pukul sembilan malam tidak ada yang menghadap untuk menyelesaikan kasus ini, maka imbasnya adalah seluruh penghuni asrama C3 akan dikenai surat peringatan yang dikirim kepada masing – masing orang tua penghuni.
             
Setelah lima hari berlalu, kami tak tahu kelanjutan kasus tersebut. Mungkinkah ada seseorang yang telah menghadap, seperti yang telah diperintahkan SR sehingga ancaman surat peringatan tersebut tidak dikeluarkan. Tidak ada pengumuman lanjut mengenai kasus ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan santun. Karena pada dasarnya, kita adalah kaum intelektual.